Website

Website Property vs Landing Page: Kapan Developer Membutuhkan Keduanya?

Perbandingan berdasarkan tujuan, jumlah proyek, sumber traffic, SEO, dan konversi — lengkap dengan tiga skenario developer yang berbeda.

Roni A. Z.Founder ZimenBiz2 menit baca
Perbandingan website property dan landing page proyek perumahan

Pertanyaan ini biasanya muncul saat anggaran harus dipakai seefisien mungkin: buat website dulu, atau langsung landing page untuk kampanye? Keduanya bisa benar, tergantung situasi.

Perbandingan singkat

| Aspek | Website Property | Landing Page | | --- | --- | --- | | Tujuan | Kehadiran resmi dan pusat informasi | Satu penawaran, satu tindakan | | Jumlah proyek | Banyak proyek dan tipe | Umumnya satu proyek | | Sumber traffic | Pencarian, iklan, rujukan, materi cetak | Terutama iklan berbayar | | SEO | Bisa dibangun jangka panjang | Terbatas, bukan tujuan utamanya | | Kedalaman informasi | Lengkap dan bercabang | Ringkas dan terarah | | Konversi | Tersebar di banyak halaman | Terfokus pada satu CTA | | Umur pemakaian | Jangka panjang | Selama kampanye berjalan |

Cara memilih

Developer dengan banyak proyek → website

Kalau Anda mengelola beberapa perumahan atau banyak tipe, calon pembeli perlu menjelajah dan membandingkan. Website juga memberi tempat bagi profil perusahaan, rekam jejak, dan halaman yang bisa ditemukan lewat pencarian selama bertahun-tahun. Komponen isinya dibahas di panduan isi website developer perumahan.

Developer yang sedang menjalankan kampanye satu proyek → landing page

Kalau seluruh anggaran iklan diarahkan pada satu proyek atau satu promo, halaman terfokus biasanya bekerja lebih baik. Tidak ada tautan yang mengalihkan, dan pesannya sama persis dengan iklan. Strukturnya dibahas di landing page property.

Developer dengan kampanye aktif dan website utama → keduanya

Ini kombinasi yang paling umum pada developer yang sudah berjalan. Website menjadi rumah informasi dan sumber kredibilitas; landing page dibuat per kampanye, lalu ditautkan ke website untuk pengunjung yang ingin mengenal perusahaan lebih jauh.

Kesalahan yang perlu dihindari

  • Mengarahkan traffic iklan ke beranda website yang tidak menyebut promo sama sekali.
  • Membuat landing page terpisah dengan data harga yang berbeda dari website.
  • Membangun website besar tanpa rencana sumber traffic.
  • Mengandalkan landing page saja, lalu bingung ketika kampanye berhenti dan tidak ada kanal yang tersisa.

Pertimbangan biaya dan waktu

Landing page lebih cepat disiapkan dan lebih murah, tetapi umurnya mengikuti kampanye. Website butuh waktu lebih lama dan materi lebih lengkap, tetapi nilainya menumpuk. Kalau anggaran terbatas dan kampanye sudah berjalan, memulai dari landing page lalu mengembangkan website secara bertahap adalah urutan yang wajar.

Untuk memahami pembagian peran kanal secara lebih luas, lihat website vs media sosial untuk marketing property.

Kesimpulan

Website menjawab kebutuhan jangka panjang; landing page menjawab kebutuhan kampanye. Pertanyaannya bukan mana yang lebih baik, melainkan pekerjaan mana yang sedang perlu diselesaikan.

Lihat cakupan pengerjaan pada halaman layanan, atau konsultasikan proyek lewat WhatsApp.

Bagikan artikel ini

Bantu rekan bisnis Anda menemukan insight ini.

Artikel terkait