Panduan B2B · Jasa Bikin Company Profile
Panduan Struktur Website Company Profile untuk Eksportir & B2B
Buyer internasional mengecek website Anda sebelum membalas email. Struktur yang tepat menentukan apakah inquiry masuk atau tab ditutup dalam 5 detik. Panduan ini menjelaskan 8 section wajib pada website company profile untuk eksportir, manufaktur, dan bisnis B2B — beserta contoh isi yang membangun kepercayaan buyer.
Ringkasan cepat
- • Website company profile B2B ≠ brosur PDF versi online.
- • 8 section wajib: Hero, About, Products, Export Capacity, Certifications, QC, Case Studies, Contact.
- • Spesifikasi teknis lengkap dan sertifikasi menentukan kualitas inquiry.
- • Foto asli fasilitas dan produk mengalahkan stock photo di pasar B2B.
1. Hero — Value Proposition dalam 5 Detik
Buyer internasional memutuskan lanjut membaca atau menutup tab dalam 5 detik pertama. Hero section harus menjawab tiga pertanyaan sekaligus: siapa Anda, produk apa yang Anda ekspor, dan kenapa buyer harus percaya. Gunakan headline yang menyebut kategori produk, negara tujuan ekspor, dan bukti kapasitas.
- Headline dengan kategori produk dan pasar tujuan (contoh: “Indonesian Coconut Charcoal Exporter — Serving 40+ Countries”)
- Subheadline berisi kapasitas produksi bulanan dan sertifikasi utama
- CTA utama: Request Quotation / Contact Sales, bukan sekadar “Learn More”
- Foto produk atau fasilitas asli — hindari stock photo
2. About / Company Overview — Bangun Legitimasi
Section ini bukan tempat cerita panjang. Buyer B2B mencari fakta yang membuktikan Anda perusahaan riil, bukan trader atau makelar. Fokus pada tahun berdiri, lokasi pabrik, tim inti, dan model bisnis (manufacturer, exporter, atau keduanya).
- Tahun berdiri dan legal entity (PT, CV, izin ekspor)
- Alamat pabrik dan kantor lengkap dengan Google Maps
- Jumlah karyawan dan kapasitas produksi tahunan
- Foto fasilitas: gudang, produksi, quality control, loading dock
3. Products — Spesifikasi Teknis Lengkap
Product page adalah section paling sering dibuka buyer setelah hero. Setiap produk butuh halaman atau kartu terpisah dengan spesifikasi teknis yang bisa langsung dipakai buyer untuk membuat RFQ (Request for Quotation).
- Nama produk, HS Code, dan varian
- Spesifikasi teknis: ukuran, moisture content, ash content, calorific value, packaging
- MOQ (Minimum Order Quantity) dan lead time
- Opsi packaging: inner box, master carton, palletizing, container loading (20ft / 40ft)
- Foto close-up produk, packaging, dan container loading
4. Export Capacity & Capability
Ini section yang paling sering dilewati exporter Indonesia — dan justru paling dicari buyer serius. Tampilkan kapasitas produksi bulanan, jumlah container yang bisa Anda ship per bulan, dan negara tujuan ekspor yang sudah pernah dilayani.
- Kapasitas produksi per bulan (ton / container)
- Peta negara tujuan ekspor
- Port of loading yang digunakan (Surabaya, Jakarta, Semarang)
- Incoterms yang dilayani (FOB, CIF, CFR, EXW)
- Pengalaman shipping ke pasar spesifik (Middle East, EU, US, East Asia)
5. Certifications & Compliance
Sertifikasi adalah bahasa universal kepercayaan di B2B. Tampilkan logo sertifikasi dalam satu grid yang bersih, dan sediakan link untuk download dokumen resmi bagi buyer yang butuh verifikasi.
- Sertifikat mutu produk: SNI, ISO 9001, HACCP, GMP
- Sertifikat sustainability: FSC, Rainforest Alliance, RSPO
- Sertifikat ekspor: NPWP, SIUP, API-P/API-U, Izin Ekspor
- Test report dari lab independen (SGS, Sucofindo, Intertek)
6. Quality Control Process
Tunjukkan proses QC step-by-step dengan foto asli. Buyer yang serius selalu bertanya “how do you ensure quality?” — jawab pertanyaan itu sebelum ditanya. Ini juga membedakan Anda dari trader yang tidak punya kontrol produksi.
7. Case Studies / Client References
Bukti sosial di B2B tidak selalu berupa testimonial. Sering kali lebih kuat menampilkan logo buyer (dengan izin), negara tujuan, volume shipment, dan durasi kerjasama. Kalau ada NDA, tampilkan minimal industri dan region.
- Logo klien / buyer (dengan persetujuan)
- Volume shipment total dan negara tujuan
- Durasi kerjasama (contoh: “Serving this partner since 2019”)
- Testimoni singkat dari procurement manager atau owner
8. Contact & Inquiry Form
Contact section adalah titik konversi. Buyer B2B jarang klik tombol “Buy Now” — mereka mengirim inquiry lewat form atau WhatsApp. Sediakan form yang menanyakan detail RFQ, dan tampilkan multiple channel kontak.
- Form inquiry dengan field: nama, perusahaan, negara, produk, quantity, target price
- WhatsApp Business dengan click-to-chat
- Email sales dan alamat kantor lengkap
- Response time commitment (contoh: “We reply within 24 hours”)
Pertanyaan Umum
Apa bedanya company profile online dengan website B2B?
Company profile PDF hanya berfungsi sebagai brosur digital. Website B2B bekerja 24 jam sebagai sales representative: buyer bisa cari lewat Google, verifikasi kredibilitas, download spec sheet, dan mengirim inquiry tanpa menunggu email dari Anda.
Berapa halaman minimum untuk website company profile eksportir?
Struktur minimal yang efektif: Home, About, Products (per kategori), Export Capacity, Certifications, dan Contact. Bila katalog produk banyak, tambahkan halaman detail per produk agar SEO produk-spesifik lebih kuat.
Bahasa apa yang harus dipakai di website eksportir?
English wajib sebagai bahasa utama karena pasar targetnya buyer internasional. Bahasa Indonesia bisa ditambahkan sebagai opsi untuk kebutuhan lokal atau tender pemerintah.
Berapa biaya jasa bikin company profile website profesional?
Biaya bervariasi tergantung jumlah halaman, kompleksitas, dan kebutuhan integrasi (form, WhatsApp API, multi-bahasa). ZimenBiz memberikan quotation transparan setelah konsultasi kebutuhan bisnis Anda.
Butuh Jasa Bikin Company Profile Website Profesional?
ZimenBiz membangun website B2B untuk eksportir, manufaktur, dan brand industri Indonesia. Fokus pada kepercayaan buyer, kecepatan, dan konversi.
Konsultasi Gratis via WhatsApp